

Semarang – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Putra Mandiri secara resmi menyelenggarakan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) untuk jenjang Paket C (setara SMA) tahun ajaran 2025/2026. Pelaksanaan ujian yang berlangsung pada bulan Mei 2026 ini merupakan tahapan krusial bagi para warga belajar setelah sebelumnya menuntaskan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Ujian kali ini diikuti oleh warga belajar yang terbagi ke dalam 3 Rombongan Belajar (Rombel). Suasana khidmat menyelimuti pembukaan ujian yang digelar di ruang utama PKBM sebelum para peserta memulai pengerjaan soal secara digital.
Dorongan Motivasi dari Ketua PKBM
Ketua PKBM Putra Mandiri, Amin Arroni, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh warga belajar yang telah konsisten mengikuti proses pendidikan hingga tahap akhir ini. Beliau menekankan bahwa ujian ini bukan sekadar formalitas, melainkan pembuktian kompetensi.
“Ujian ini adalah jembatan bagi bapak, ibu, dan saudara sekalian untuk meraih masa depan yang lebih baik. Gunakan kesempatan ini dengan jujur dan maksimal. Meskipun kita belajar dengan fleksibilitas tinggi, kualitas kelulusan tetap menjadi prioritas utama kita,” ujar Amin Arroni di hadapan para peserta.
Inovasi Ujian Berbasis Smartphone
Menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kemudahan akses, UPK Paket C di PKBM Putra Mandiri dilaksanakan sepenuhnya secara online. Para peserta menggunakan perangkat HP/smartphone masing-masing untuk mengakses platform ujian.
Sistem berbasis daring ini dipilih karena dinilai lebih efisien dan memudahkan warga belajar yang memiliki kesibukan beragam. Penggunaan smartphone juga membuktikan bahwa pendidikan kesetaraan di PKBM Putra Mandiri telah beradaptasi dengan era digital (digitalisasi pendidikan).
Penutup Rangkaian Evaluasi
Pelaksanaan UPK di bulan Mei ini dilakukan tepat setelah para peserta menyelesaikan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Dengan selesainya rangkaian ujian ini, diharapkan seluruh warga belajar dari ketiga rombel tersebut dapat lulus dengan nilai yang memuaskan dan mampu menggunakan ijazah Paket C untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi maupun untuk keperluan peningkatan karier di dunia kerja.
Panitia pelaksana melaporkan bahwa hingga hari pelaksanaan, kendala teknis dapat diminimalisir dan seluruh peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam menjawab soal-soal ujian.


