Jambu (12/2/2026) – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Putra Mandiri Desa Gemawang, Kecamatan Jambu, terus berinovasi dalam mengembangkan bakat dan kreativitas warga belajarnya. Hal ini dibuktikan dengan peluncuran unit kreatif baru berupa Putra Mandiri Podcast, yang diresmikan secara langsung oleh Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang.

Acara peresmian yang berlangsung pada pukul 14.00 WIB ini dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Disdikbudpora Kabupaten Semarang. Kehadiran jajaran dinas ini menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap transformasi digital di lingkungan pendidikan non-formal.

Wadah Ekspresi dan Edukasi

Dalam sambutannya, Kabid Pembinaan PAUD dan Dikmas menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif PKBM Putra Mandiri. Menurutnya, keberadaan podcast di tingkat desa merupakan langkah maju untuk menjawab tantangan zaman.

“Ini adalah langkah luar biasa. Podcast ini bukan sekadar alat rekam, melainkan media bagi warga belajar untuk melatih kepercayaan diri, kemampuan bicara di depan publik (public speaking), serta sarana sosialisasi program pendidikan yang lebih modern,” ungkapnya di sela-sela acara.

Mendukung Ekosistem Digital Desa

Ketua PKBM Putra Mandiri menjelaskan bahwa latar belakang pembentukan podcast ini adalah untuk menggali potensi lokal Desa Gemawang dan sekitarnya. Podcast ini nantinya akan diisi dengan berbagai konten, mulai dari:

  • Inspirasi Tokoh: Wawancara dengan warga belajar yang sukses berwirausaha.

  • Edukasi Masyarakat: Pembahasan mengenai pentingnya pendidikan kesetaraan.

  • Promosi Desa: Mengangkat potensi wisata dan UMKM di Kecamatan Jambu.

Peresmian ditandai secara simbolis dengan pemotongan pita dan sesi rekaman perdana bersama Kabid Pembinaan PAUD dan Dikmas sebagai tamu kehormatan pertama.

Dengan adanya saluran podcast ini, PKBM Putra Mandiri berharap dapat menghapus stigma bahwa pendidikan non-formal tertinggal secara teknologi. Sebaliknya, mereka ingin membuktikan bahwa dari pelosok desa pun, karya digital yang berkualitas bisa dihasilkan.